Burung Takur Tengeret : Ciri-Ciri, Persebaran, dan Kebiasaan Hidup di Alam

December 28, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Keberadaan burung menjadi indikator keanekaragaman hayati disuatu wilayah. Tak hanya itu, burung juga memiliki kepekaan terhadap perubahan yang terjadi pada habitat ataupun lingkungan sekitarnya. Salah satunya, burung takur tengeret yang akan kita bahas dalam artikel ini. Bagaimana ciri-cirinya? Yuk, penjelasannya berikut ini!

Tidak Hanya Tersebar di Indonesia Saja

            Burung takur tengeret (nama latin Megalaima australis) adalah spesies dari famili Megalaimidae dan genus Megalaima. Penyebarannya secara global yang meliputi India Timur, Cina Barat Daya, dan Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali). Sementara di Indonesia, burung takur dapat dijumpai di hutan primer, hutan sekunder, areal Perkebunan, rawa-rawa, dan tersebar sampai dengan ketinggian 2.000 mdpl.

Morfologi Takur Tengeret

            Spesies ini memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 18 cm. Memiliki mahkota dan dagu berwarna biru. Setrip malar dan garis pada tenggorokan hitam.  Untuk ras Jawa Australis, pada pipi dan dada atas berwarna kuning. Lalu, ras Kalimantan dan Sumatera bagian pipi dan sisi kepala merah (tanpa warna kuning). Dengan iris mata cokelat, paruh berwarna hitam, dan kaki abu-abu kehijauan. Sementara setrip malar dan garis pada tenggorokan hitam. Tubuh bagian atas maupun bawah dan sayapnya berwarna hijau

            Biasanya akan berkembangbiak pada bulan Juni dengan membentuk sarang berupa lubang kecil pada pohon yang telah mati. Lalu, akan menghasilkan dua butir telur berwarna putih. Di samping itu, spesies ini dikenal memiliki suara gemeretak cepat “ta-trrak” yang dilakukan berulang-ulang seakan tanpa henti. Suara yang dikeluarkan mencapai 100 kali per menit, sambil membalikkan kepalanya.

Kebiasaan Burung Takur Tengeret

            Megalaima australis adalah jenis burung herbivora atau pemakan buah-buahan Ficus. Meski begitu, ia juga memangsa serangga yang tedapat di hutan. Mereka dapat hidup sendirian atapun secara berpasangan, lalu bergabung dengan burung lain untuk mencari makanan di atas pohon ara. Kebiasaan lainnya, yaitu sering terdengar di hutan kayu walaupun sulit dilihat. Spesies ini akan bersarang pada lubang kecil di pohon atau sering berada di bawah cabang. Jenis ini teramati di lahan basah Mesangat dalam beberapa pengamatan, namun tidak didapatkan foto.(konsorsium, ml.).

Burung takur tengeret (Megalaima australis) dengan warna yang cantik.Foto:www.piterest.com
Burung takur tengeret (Megalaima australis) dengan warna yang cantik.Foto:www.piterest.com

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020