Tumbuhan Paku Terestrial, Apa Saja Jenisnya?

December 22, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tumbuhan paku (Pteridophyta) dapat tumbuh pada habitat yang berbeda atau bergantung pada tempat hidupnya. Sama halnya dengan tumbuhan paku terestrial yang tumbuh dan berkembang di atas permukaan tanah pada lingkungan lembab.

Persebaran Tumbuhan Paku Sangat Luas

            Jika kamu bertanya, apakah tumbuhan paku tersebar sangat luas? Tentu saja, iya. Tumbuhan ini dapat dijumpai diberbagai tempat. Paku terrestrial adalah jenis tumbuhan paku-pakuan yang tumbuh di tanah.

             Kekayaan tumbuhan paku ini dipengaruhi oleh curah hujan dan intensitas cahaya matahari. Selain itu, membutuhkan tempat terbuka, hidupnya berkelompok, soliter, hingga memanjat. Tak heran, bila faktor tersebut yang menjadikan hutan hujan tropis memiliki kekayaan spesies paku paling tinggi.

Adakah Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhannya?

            Tentu saja, ada faktor—faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan paku-pakuan. Beberapa di antaranya, seperti faktor kelembaban udara yang tinggi. Tumbuhan paku dapat tumbuh dengan baik pada kelembapan 60 – 80 %. Namun, masih dapat ditoleransi kelembabannya apabila berada pada angka 30%.

            Faktor lainnya, yaitu intensitas cahaya rendah biasanya membantu tumbuhan paku tumbuh dengan subur dan berukuran besar. Sedangkan jika terlalu banyak paparan cahaya, pertumbuhannya kurang subur, berukuran kebih kecil, dan daunnya cenderung menguning.

            Selain itu, paku-pakuan banyak ditemukan pada daerah hujan tropis. Tumbuhan paku ini sangat menyukai tempat sejuk dengan kelembaban yang tinggi selama masa pertumbuhannya. Maka dari itu, habitatnya tumbuh di daerah pada kisaran suhu 21-27o C.

Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Terestrial

            Jenis tumbuhan paku-pakuan terrestrial juga punya banyak manfaatnya loh! Ini beberapa jenis paku-pakuan terrestrial hasil penelitian di lahan basah Suwi oleh Lelly Y, mahasiswa FMIPA UNMUL.

  1. Gleichenia linearis

Paku andam, resam atau rasam (Gleichenia linearis) termasuk jenis paku-pakuan besar yang biasanya tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan pegunungan. Dapat dijumpai di daerah tropis dan subtropis Asia maupun Pasifik. Habitat alaminya di tebing teduh dan lembap dari ketinggan 200 – 1.500 mdpl.

 

Rasam dikenal sebagai tumbuhan invasif karena mendominasi permukaan tanah, sehingga menyebabkan tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya. Namun, rasam juga berfungsi untuk menyuburkan tanah karena dapat menyerap racun di sekitar tempat tumbuhnya. Ada pula dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bahkan bermanfaat sebagai pupuk hijau dan obat-obatan.

 

  1. Stenochlaena palustris

Kelakai atau Stenochlaena palustris adalah tumbuhan paku-pakuan yang tersebar alami di wilayah Asia Tropis dan Subtropis. Kelakai banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan hidup secara liar. Tumbuh pada ekosistem dataran rendah secara terestrial, terkadang merambat juga pada batang pohon atau epifit.

 Pada hutan primer dan sekunder, tumbuhnya pada lantai hutan yang basah seperti lahan basah atau rawa gambut. Sementara pada areal terbuka populasinya dominan tumbuh secara terestrial. Kelakai juga ditemukan pada habitat budidaya, seperti Perkebunan kelapa sawit dan kebun karet campuran. Bagian daun muda atau pucuknya dimanfaatkan sebagai sayuran dan menjadi makanan bagi bekantan (Nasalis larvatus).

Memiliki rimpang memanjang dan menjalar, tangkai daun panjang, anak daun tersurun menyirip, ujung anak daun meruncing, dan tepi daun pun bergigi pendek. Anak daun biasanya berwarna ungu tua, sementara daun muda akan berwarna ungu kemerahan berwarna terang, dan daun yang tua akan berwarna hijau gelap atau tua.

  1. Helminthostachys zeylanica (L.) Hook

Paku-pakuan dengan nama lokal tunjuk langit ini tumbuh pada daerah lembab yang sedikit ternaungi di areal dataran rendah. Persebarannya dari wilayah Asia Tropis dan Subtropis, wilayah Pasifik, hingga Kawasan Malaysia.

Tumbuhan ini berimpang pendek, tidak bercabang, ental terdiri atas tiga helaian anak daun steril, menyirip, rapat, dan padat. Tangkainya berwarna hitam keunguan muda. Di Malaysia, daun tunjuk langit dimanfaatkan sebagai bahan masakan yang diolah menjadi sayuran. Akar rimpangnya juga berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

  1. Diplazium esculentum

Pakis sayur yang nama latin Diplazium esculentum ini adalah tumbuhan asli dari wilayah Asia Tropis dan Subtropis. Lalu, tersebar hingga wilayah pasifik bagian Barat Daya, termasuk Malaysia. Habitatnya berada di areal terbuka dengan substrat lahan basah dan lebab, serta tumbuh di tepi sungai, rawa dangkal, ataupun berair sedikit.

Pakis sayur sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Masyarakat Indonesia mengolah daun mudanya menjadi tumis, lalapan, cah pakis, dan lainnya. Selain untuk makanan, dimanfaatkan pula untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung senyawa bioaktif, anti inflamasi, antioksidan, dan anti diabetes.

  1. Adiantum philippense L

Suplir sebagai tumbuhan paku yang tidak menghasilkan bunga dalam daur hidupnya. Habitatnya berada di tanah, memiliki akar serabut, tumbuh dari rhizoma yang pangkalnya rimpang, berwarna cokelat, dan daunnya majemuk. Semua batang paku-pakuan berupa rimpang karena arah tumbuhnya memanjat, batangnya bulat panjang, berwarna cokelat, permukaannya halus, dan berdiameter 1mm.

Tumbuhan ini menyukai media tumbuh yang gembur, kaya akan bahan organik (humus), selalu dalam kondisi lembab, dan tidak toleransi terhadap genangan. Uniknya, suplir tidak tahan dengan penyinaran matahari langsung. Paku-pakuan tersebut dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang dapat diletakkan di dalam ataupun di luar ruangan.(ml.)

Kelakai atau paku merah (Stenochaena palustris), Foto: Lelly.L-FMIPA UNMUL
Kelakai atau paku merah (Stenochaena palustris), Foto: Lelly.L-FMIPA UNMUL

 

Sayur pakis (Diplazium esculentum). Foto: Lelly L.-FMIPA UNMUL
Sayur pakis (Diplazium esculentum). Foto: Lelly L.-FMIPA UNMUL

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020