Kenali Peranan, Jenis, Serta Keunikan Dari Kelelawar!

December 4, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Kelelawar salah satu hewan nokturnal yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari. Hewan nokturnal biasanya memiliki penciuman, pendengaran, dan penglihatan yang tajam. Sayangnya, kelelawar kerap kali dianggap sebagai hewan perusak. Padahal, punya peranan penting dalam rantai ekosistem, baik hewan maupun tumbuhan yang ada di bumi.

Apa Saja Peranan Kelelawar Itu?

            Terdapat beberapa jenis kelelawar, di antaranya kelelawar pemakan buah, pemakan serangga, penghisap nektar atau sari bunga, pemakan daging (karnivora), dan adapula yang menghisap darah. Dengan beragamnya jenis kelelawar beserta pola hidupnya, tentu saja ada banyak peranannya dalam ekosistem.

            Peranan kelelawar ini membantu penyerbukan berbagai jenis tumbuhan, sehingga ikut memberikan keberlangsungan hidup spesies tanamam. Sementara itu, kelelawar pemakan membantu menyebarkan luas biji-bijian buat tersebut. Bahkan, kotorannya pun bisa mernafaat sebagai pupuk organic untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Ada Dua Kelompok Jenis Kelelawar

            Ternyata ada dua jenis kelelawar, yaitu kelompok Megachiroptera (kelelawar besar) atau kelelawar pemakan buah. Spesies ini bisa memiliki tubuh yang besar dengan bobot sekitar 10 – 1500 g. Ada juga kelelawar pemakan serangga atau microchiroptera (kelelawar kecil) yang memangsa serangga. Ukuran tubuhnya pun lebih kecil dibandingkan si pemakan buah tersebut.

Megachiroptera beperan sebagai pilonator disperser tanaman, seperti jambu air, jambu biji, hingga sawo. Adapula penyerbuk bunga dari tanaman bernilai ekonomis, di antaranya mangga, bakau, petaai, dan mangga. Sementara Microchiroptera berperan sebagai pengendali serangga maupun vertebrata kecil.

Salah satu kelelawar pemakan serangga yang ditemukan di lahan basah Mesangat-Suwi adalah Megaderma spasma.

Lalu, Apa Saja Keunikan Kelelawar?

            Beberapa jenis kelelawar mampu beradaptasi dengan baik diberbagai habitat, salah satunya hutan perkotaan. Kelelawar adalah satunya-satunya jenis mamalia terbang. Hewan ini memiliki sayap berupa selaput kulit yang direntangkan antara tulang empat jari dan memanjang pada sisi tubuhnya dari kaki depan hingga ekor.

            Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kelelawar adalah hewan yang aktif pada malam hari atau nokturnal. Waktu siang harinya, justru dimanfaatkan untuk beristirahat dengan tidur di tempat-tempat gelap seperti gua yang lembab. Mereka mengandalkan pendengaran dan menggunakan sonar untuk menghindari tabrakan.

            Spesies ini memiliki kemampuan ekolokasi yang mampu memperkirakan jarak mangsa. Ia dapat mengetahui arah terbang, makanan, hingga kondisi lingkungan sekitarnya dengan mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi atau ultrasonik. Cara kerjanya, yaitu suara ultarsonik yang dikeluarkan akan memantul bila mengenai objek yang dituju.

            Adapula keunikan lainnya, yaitu posisi tidurnya yang cukup unik. Kelelawar tidur bergelantungan dengan posisi badan terbalik, di mana kelapa akan berada di bawah. Sayapnya akan terlipat, sehingga menutupi bagian kepala. Agar tidak terjatuh, bagian kakinya akan dikaitkan di tempat ia bergelantung. Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml.)

Megaderma spasma adalah jenis kelelawar yang distemukan di Lahan Basah Mesangat-Suwi. Foto: kmarshall.photoshelter.com
Megaderma spasma adalah jenis kelelawar yang distemukan di Lahan Basah Mesangat-Suwi. Foto: kmarshall.photoshelter.com

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020