Siapa yang tidak tahu ikan betok? Rasanya, ikan ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Ikan betok memiliki nama lain diberbagai Bahasa daerah, yaitu ikan betik (Jawa), papuyu (Kalimantan Selatan), dan Puyu (Melayu dan Kalimantan Timur). Sementara dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai climbing gouramy atau climbing perch yang mengacu pada kemampuannya memanjat ke daratan. Lalu, bagaimana ciri-ciri dari ikan ini? Yuk, lihat penjelasannya.
Tersebar Diberbagai Wilayah
Ikan dengan nama latin Anabas testudineus adalah ikan asli wilayah Asia Tenggara. Penyebarannya pun cukup luas, mulai dari Indonesia, India, Srilanka, Philipina, dan Cina bagian selatan. Papuyu termasuk ikan agresif yang bisa dijumpai diberbagai macam perairan. Beberapa di antaranya, perairan tawar, sungai berumput, danau, sungai kecil, rawa banjiran, hingga parit irigasi.
Pada saat musim kemarau tiba dan ketinggian danau atau rawa berkurang, biasanya papuyu akan pergi menuju sungai besar. Sementara musim hujan, kerap kali terlihat di dataran yang hanya dipenuhi beberapa sentimeter air dan mampu bertahan hidup di perairan yang berlumpur.
Pakan dan Kebiasaan
Ikan Papuyu bersifat omnivora yang memangsa serangga, tumbuhan air yang lunak, dan hewan-hewan air berukuran kecil. Papuyu dikenal sebagai ikan predator air tawar yang dapat bergerak bebas dan aktif pada saat mencari makanannya.
Di samping itu, juga mempunyai organ labirin yang membantu proses pengambilan udara saat berada di perairan dangkal dan kekeringan. Bahkan, dapat hidup diberbagai wilayah dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan ekstrem sekalipun.
Masa Reproduksi
Ikan papuyu memijah sepanjang tahun dengan puncaknya pada musim penghujan (musim banjir) yang terjadi pada bulan Oktober – Desember. Telur yang dihasilkan akan mengapung bebas (egg layer). Pada musim kemarau, papuyu akan membenamkan diri ke dalam lumpur dan akan muncul Kembali ketika musim penghujan.
Morfoligi Ikan Papuyu
Ikan jantan dan betina memiliki perbedaan warna. Biasanya sang jantan warna yang lebih gelap dibandingkan betina. Ikan papuyu memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang badan mencapai 25 cm.
Kepalanya besar, bersisik keras kaku, dan bentuk badannya tampak lonjong. Bagian atas tubuh cenderung berwarna gelap kehitaman, agak kecokelatan dan kehijauan. Sementera sisi samping tubuh berwarna kekuningan, dilengkapi garis-garis gelap tampak samar.
Ikan ini memiliki warna abu-abu hingga kehijauan. Terdapat satu titik hitam pada bagian dasar, serta titik lain pada belakang lempeng insangnya. Sirip perut berada di bagian depan, sirip dada di bawah, dan ditopang jari-jari keras berujung Jari-jari kes pada sirip ini digunakan untuk bergerak pada permukaan lumpur yang kering.
Cukup Potensial Untuk Dibudidayakan
Tahukah kamu? Jika ikan papuyu bernilai ekonomis dan potensial untuk dibudidayakan. Sebab, sangat digemari masyarakat karena rasa dagingnya lezat dan gurih. Selain rasanya yang nikmat, ternyata ikan papuyu juga mengandung nutrisi baik bagi tubuh.
Beberapa manfaat mengonsumsi ikan ini, di antaranya dapat meningkatkan kecerdasan karena kandungannya kaya akan omega 3. Maka dari itu, ikan papuyu baik dikonsumsi anak-anak pada masa pertumbuhan. Orang dewasa ataupun lansia juga bisa mengonsumsinya karena dapat mencegah penurunan daya ingat.
Berdasarkan riset lainnya, papuyu juga dapat mencegah anemia. Hal ini dikarenakan kandungan zat besinya tinggi, sehingga dapat meningkatkan hemoglobin di dalam sel darah merah. Bagaimana, kamu tertarik untuk mengonsumsi ikan ini?
Ikan papuyu menjadi istimewa, karena menjadi tema batik Muara Ancalong yang telah mendapat hak paten.Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml).



