Festival Konservasi Muara Bengkal

September 23, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Rabu (30/8/23), Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Muara Bengkal dalam melaksanakan selebrasi sebagai perayaan atas selesainya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Acara dibuka oleh Sekretaris Camat, dihadiri perwakilan dari Danramil, Polsek Muara Bengkal, Perwakilan pemerintah desa Muara Bengkal, Ilir, Ulu, Benua Baru, dan Desa Ngayau, serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Turut hadir pula kepala Sekolah Sekolah MTs Ibnu Sina, perwakilan SMA N 1 Muara Ancalong, Ketua Komitte Sekolah, dan Perwakilan Koordinator Pendidikan.

Kehadiran para pihak di sekitar sekolah, dimaksudkan untuk memperkenalkan program P5, yang diharapkan ke depannya bisa bermitra dengan sekolah dalam mengembangkan proyek-proyek yang berbasis sumber daya setempat.

Monica Kusneti, Ketua Yasiwa menegaskan bahwa “pendidikan anak-anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orang tua tetapi juga, menjadi tanggung para pihak lain dalam membangun kualitas lulusan yang memiliki kemampuan untuk mencari solusi atas masalah-masalah di lingkungan sekolah.”

Lanjutnya, saat ini, banyak pemberitaan di beberapa daerah maupun negera lain yang sedang mengalami kekeringan hebat. Bukan lagi disebut sebagai pemanasan global, namun sudah mengarah pada pendidihan. Kebakaran hutan dan lahan terus meluas dan sulita dikendalikan. Beruntung di sekitar Lahan Basah Mesangat Suwi kondisi tidak seburuk di tempat lain. Namun bila tidak dijaga, maka kondisi tersebut bisa terjadi di sini. Oleh karena itu, sangat perlu kita menanam pohon. Satu pohon besar bisa mensuplai oksigen untuk 2 orang. Jadi rumat tangga yang tidak ada pohon di halamannya, berarti mengambil oksigen dari tetangga yang punya pohon.

Di saat yang bersamaan, perwakiran desa Muara Bengkal Ilir berkomitmen akan membawa pupuk kompos dan pupuk cair yang diolah dari gulma air pada saat expo di tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Pembautan pupuk cair dan kompos ini sebagai alternatif solusi bagi petani yang sulit mendapatkan pupuk.

Selain P5 pemanfaatan gulma air menjadi kompos, siswa Muara Bengkal juga melaksanakan P5 pengolahan sampah rumah tangga yang dibuat menjadi kerajinan, hingga belajar untuk mengemas produk sayuran sesuai standar super market.

Melalui P5 ini diharapkan siswa bisa belajar tentang permasalahan-masalahan di sekitar lingkungan mereka dan belajar untuk mendapatkan solusi seperti yang telah ditegaskan di atas.

Festival konservasi dan selebrasi pun dimeriahkan dengan hadirnya siswa-siswi yang menggunakan kostum karnaval 17 Agustus. Uniknya, kostum baju yang dibuat merupakan karya kreasi siswa-siswi, di mana mereka difasilitasi langsung oleh sekolah untuk belajar di Tenggarong.

            Selain itu, masing-masing kelas membuka stand bazar berupa makanan yang dibuat langsung oleh siswa-siswi. Dengan begitu, mereka tidak hanya berjualan saja tetapi juga belajar berwirausaha. (ml.)

Stan P5 pembuatan kompos dan pupuk cair organik dari gulma air
Stan P5 pembuatan kompos dan pupuk cair organik dari gulma air

 

Undangan yang menghadiri Festival Konservasi dan selebrasi
Undangan yang menghadiri Festival Konservasi dan selebrasi

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020