Konsorsium Yasiwa – Yayasan Ulin berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk menggelar Festival Konservasi dan selebrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Kegiatan telah berlangsung selama dua hari pada lokasi yang berbeda.
Hari pertama, Selasa (18/07/23) dilakukan Festival Konservasi dan selebrasi di SMP Negeri 1 Long Mesangat, kemudian dilanjutkan Kamis (20/07/23) di SMA Negeri 1 Muara Ancalong. Nantinya, juga akan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Muara Bengkal pada 30 Agustus 2023 mendatang.
Kerja sama dengan sekolah-sekolah dimulai dari pelaksanaan bimbingan teknis menyusun modul P5 tentang permasalahan gulma air di lahan basah dan pelatihan pemanfaatannya menjadi kompos.
Dalam sambutannya, Koordinator Kurikulum SMA N 1 Muara Ancalong mewakili kepala sekolah menyampaikan, kegiatan tersebut sangat positif sebab tumbuhan yang dianggap kurang berguna ternyata memiliki manfaat. Melalui proyek penguatan inilah, dapat menginspirasi anak didik guna memberikan kontribusi yang positif dan membawa dampak baik bagi lingkungan sekitar.
Selain melaksanakan P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan, yaitu pemanfaatan gulma air menjadi kompos. SMP N 1 Long Mesangat juga melaksanakan P5 dengan tema demokrasi yang dipraktekkan langsung ke dalam pemilihan Ketua Osis.
Setelah proyek pembuatan kompos selesai, konsorsium mengadakan selebrasi yang dikemas dalam Festival Konservasi. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada murid-murid yang telah berhasil mengerjakan proyek tersebut.
Uniknya dalam seremonial Festival Konservasi, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi musik kulintang yang dimainkan oleh guru dan siswa-siswi. Tak hanya itu saja, mereka juga menampilkan tari-tarian Timor dan tarian Sulawesi.
Sedikit berbeda dengan SMP, SMA Negeri 1 mempertunjukkan kreativitas dan bakat siswa-siswi dengan menggelar fashion show produk kain dan tas yang dibuat menggunakan metode ecoprint. Festival semakin meriah dengan tarian tradisonal dari berbagai daerah, yaitu Tarian Jepen, Tarian Dayak, Tarian Mappadendang, dan Tarian Saman. Ada pula stand-stand penjual makanan khas berbagai daerah oleh siswa-siswi. Kehadiran mascot ‘Si Buba” buaya badas dan “Si Ara” bekara atau bekantan, juga menjadi pusat perhatian untuk berfoto.
Dilain itu, pameran produk berupa pupuk organik cair (POC) dan kompos padat menjadi perhatian para pihak. Konsorsium mengundang Camat Long Mesangat, Rapichin dan Kepala Desa Sumber Sari, Muhammad Zakaria untuk menginspirasi pemanfaatan potensi yang ada di desa guna mengatasi kesulitan mendapatkan pupuk.




