Luah Lahung, Potensi Wisata Lahan Basah di Long Mesangat

February 21, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Anggota forum melakukan kunjungan ke Luah Lahong, di Sumber Sari, Kecamatan Long Mesangat. Hal ini dimaksudkan untuk melihat melihat potensi wisata Lahan Basah Mesangat. Pada kesempatan tersebut, Camat Long Mesangat juga turut hadir mendampingi anggota forum.

            Dalam dialognya, ia berharap Mesangat menjadi pusat penelitian dunia dan pusat wisata karena letaknya dekat dengan lokasi IKN, serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner dan kerajinannya. Apalagi mengingat, lokasi ini adalah habitat buaya badas dan tempat mencari ikan bagi para nelayan.

            Selain itu, juga dibangun pondok inovasi oleh Pemerintah Desa Sumber Sari dari dana inovasi. Nantinya pondok bisa dimanfaatkan sebagai rumah singgah bagi nelayan, kegiatan wisata, maupun pendidikan. Namun, “masih ada fasilitas dari pondok inovasi yang perlu dilengkapi untuk wisata buaya badas,” ujar Zakaria selaku Kades Sumber Sari.

            Sembari menawarkan keindahan alam, danau Luah Lahung menjadi sarana baru untuk mengajak wisatawan mendapatkan pengalaman dan edukasi, memancing, pengalaman berperahu, serta menikmati keindahan alam, ujar Rifanie dari Dinas Pariwisata. Untuk itu perlu pengembangan rencana dengan matangnamun setidaknya untuk tahap awal dibuat fasilitas dasar seperti toilet dan dermaga yang aman bagi pengunjung.

            Menyinggung soal buaya badas hitam, di mana bisa meningkatkan daya tarik dan sudah menjadi ikon Porprov. Agar berjalan maksimal memang perlu adanya pemandu wisata yang mengetahui waktu munculnya buaya badas. Bowo BKSDA menyampaikan “bila ada konflik dengan buaya badas yang masuk ke pemukiman segera membuat laporan ke BKSDA agar ada tindakan preventif”, harapannya BKSDA dilibatkan dalam kegiatan tersebut dengan jalur perusahaan. Tambahnya.

            Hanya saja masih perlu diatasi tindakan penyetruman yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, penyetruman bisa berdampak pada pakan buaya karena ikan semakin langka dan berkurang. Diskusi juga melibatkan Dedy kelompok nelayan yang menginginkan penyetruman dapat ditindak dan diberikan sanksi yang berat agar memberikan efek jera bagi pelaku penyeteruman.(ml).

Danau Luah Lahung, yang merupakan habitat bagi buaya badas hitam, menyuguhkan keindahan dan keunikan untuk berperahu sambil menikmati berbagai jenis burung. Foto, Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin

Pondok inovasi yang telah dibangun oleh Desa Sumber Sari, sebagai pondok singgah nelayan dan  mendukung pengembangan wisata lahan basah.

Ibu Camat Long Mesangat, turut hasir dalam pertemuan dan dialog Tim Monitoring Forum Pengelolaan Lahan Basah Mesangat Suwi dengan parapihak di tingkat desa dan nelayan.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020