Penguatan Pengelolaan Kolaboratif: Verifikasi lapangan Nilai Konservasi Tinggi.

February 1, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

 

Pada tanggal 26 Januari dilakukan kunjungan verifikasi lapangan internal Forum atas area Bernilai Konservasi Tinggi yang diusulkan untuk ditambahan menjadi area kelola Kawasan Ekosistem Esensial Lahan Basah Mesangat Suwi oleh perusahaan. Usulan tersebut merupakan hasil assessment ulang atas area PT Sawit Sukses Sejahtera oleh manajemen baru, yaitu PT Teladan Grup.  Area yang diusulkan meliputi Sempadan Sungai Mentelang dan Sempadan Sungai Kedang Kepala. Sungai Mentelang merupakan hulu Sungai Suwi, yang menjadi pemasok air ke Lahan basah Suwi.

Tim verifikasi internal Forum terdiri dari, Dinas Perkebunan Kutim, UPTD Survei & Pemetaan Kutim, Yasiwa dan Desa Kelinjau Ilir.  Sedang dari perusahaan yang hadir dalam kunjungan verifikasi adalah Manajer Kebun dan Bagian Lingkungan. 

Pertemuan dilakukan di pondok pak Leng, yang berada di Sungai Mentelang. Lokasi tersebut merupakan tempat yang paling memungkinan untuk dilakukan pertemuan, karena terhubung antara lokasi kebun dengan lahan basah melalui Sungai Suwi. Selain lokasi dekat dengan area refugia Sempadan Sungai Mentelang yang diusulkan.

Temuan dari verifikasi lapangan antara lain:

  • Bantaran banjir Sungai Kedang Kepala dan refugia Sempadan Sungai Mentelang merupakan hutan rawa, seperti yang terlihat dari citra google map terbaru, pada bulan Januari 2023.
  • Konfirmasi dari pihak perusahaan bahwa lokasi kebun pak Leng berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
  • Perusahaan diharapkan menyampaikan hasil kajian HCV (Nilai Konservasi Tinggi) ke Forum KEE LBMS.

Dalam kesempatan tersebut di sampaikan himbauan kepada perusahaan agar melakukan pembinaan kepada pekebun sawit mandiri seperti pak Leng untuk menerapkan perkebunan yang ramah lingkungan, karena kebun berada dalam Kawasan Ekosistem Esensial yang harus dijaga bersama oleh para pihak.

 

Serunya perjalanan menuju lokasi

Tim verifikasi dari Forum tiba di lahan basah Suwi pada Rabu sore dan menginap di Pondok kerja. Pertemuan dengan pihak perusahaan dijadwal pada Kamis pagi, sayangnya hujan sejak malam sampai pagi, dan sekitar jam 9 baru reda. Perjalanan Tim menuju lokasi ditempuh menggunakan empat perahu kelompok nelayan Suwi. Mendekati lokasi, perjalanan  terhadang oleh pohon rebah melintang di sungai, sehingga nelayan terpaksa menggunakan mesin gergaji untuk membuka sedikit akses. Namun demikian perahu tidak bisa mencapai lokasi, sehingga Tim harus berjalan sekitar 20 menit melalui kebun sawit.    

Pada perjalanan pulang, tim melihat plot-plot penanaman stek kenikara yang dimaksudkan untuk meningkatkan habitat bekantan yang telah terbuka. Ada tiga kategori plot, yaitu plot penanaman stek yang baru, plot penanaman yang berumur 1 tahun dan plot penanaman yang telah berumur sekitar 3 tahun. Penanaman yang berumur 3 tahun merupakan penanaman dari program yang sebelumnya. Tanaman tersebut telah terbentuk kanopi-kanopi pohon dengan tinggi sekitar 3-4 meter.

Tertarik pada buah malai berwarna merah merona di tepi sungai, kami berbalik arah untuk mengambil foto. Ternyata buah merah merona tersebut adalah bengalon (Lepisanthes alata), yang rasanya manis kelat.

Tim verifikasi lapangan bersama perwakilan perusahaan dan desa Kelinjau Ilir
Tim verifikasi lapangan bersama perwakilan perusahaan dan desa Kelinjau Ilir

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020