Mengenal Tumbuhan Tageron, Ciri-ciri dan Manfaatnya

December 29, 2022

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tageron (Crateva adansonii DC.) atau nama lokalnya dikenal sebagai tigaron, yang berarti tiga daun. Selain itu, dalam Bahasa Inggris disebut juga Three-leaf Caper. Tumbuhan ini dapat dijumpai di tepi sungai. Salah satunya di sekitar Lahan Basah Mesangat Suwi. Lalu, seperti apa tumbuhan tageron itu? Yuk, simak penjelasan berikut

Ciri-Ciri Tumbuhan Tageron

            Tageron adalah tumbuhan berkayu yang mengeras, menahun, dan akhirnya membentuk pohon. Tinggi pohonnya bisa mencapai 3 – 6 meter dengan batang yang tumbuh tegak lurus vertikal. Selain itu, kulit batang berwarna abu-abu dan memiliki sedikit pola kerut horizontal pada permukaan batangnya. Lalu, kayunya berwarna kuning – cokelat muda. Jika dipotong, kayu akan mengeluarkana aroma langu.

            Tumbuhan ini juga berbunga banyak yang berada pada ujung ranting, majemuk (tidak terbatas), serta bunganya lengkap dan sempurna. Terdapat satu lingkaran daun-daun kelopak, satu lingkaran daun mahkota, 1 – 2 benang sari, dan 1 lingkaran daun-daun buah.

Namun, tangkai bunga tidak bercabang dan terdapat ibu bunga. Warna bunga tampak cantik dengan mahkota yang berwarna putih atau krem. Kelopak bunga hijau keputihan, sementara benang sari menjuntai panjang berwarna keunguan.

            Berdasarkan alat kelamin, bunga ini berkelamin dua. Terdapat bunga jantan dan bunga betina pada satu individu. Kelopak, mahkota, benang sari, dan daun buah saling tumpang tindih atau berhadapan.

            Daunnya majemuk dengan tiga anak daun, bertangkai dan susunannya tidak lengkap. Helaian daun melebar pada bagian tengah, memanjang dengan pangkal dan ujung daun yang meruncing. Tulang cabang di dekat tepi duan membengkok ke atas dan bertemu dengan tulang cabang yang ada di atasnya.Bentuk daun bundar menyerupai telur, tersusun spiral, dan bertangkai tiga dengan tangkai yang agak panjang.

            Tumbuhan tageron juga mempunyai buah yang termasuk dalam kelompok buah telanjang atau buah sejati. Ketika buah membesar dan masak, daun akan berguguran sampai tidak tersisa daun sama sekali. Pada waktu ini, banyak yang mengira pohon sudah mati.

Manfaat Tumbuhan Tageron

            Tageron memiliki bunga yang cantik dan indah, sehingga sering dimanfaatkan sebagai salah satu tanaman hias. Bahkan, sebagian masyarakat Kalimantan, salah satunya Kutai dan Banjar memanfaatkan bunganya untuk dimakan sebagai lalapan dengan cara direbus terlebih dahulu.

            Selain itu, digunakan juga sebagai bahan utama jaruk tigoran (dalam bahasa Banjar artinya awetan). Rasa jaruk tigoran terkesan asam, tetapi menyegarkan. Makanan ini biasanya disantap bersama nasi hangat, sambal terasi, dan ikan kering. Tak hanya itu saja, bunganya yang terasa agak pahit juga dimanfaatkan sebagai obat diuretik.Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin.(ml)

 

Bunga dan daun tegaron (Crateva adansonii DC.). Foto: Flora di habitata Bekantan Lahan Basah Suwi, Kalimantan Timur-Balitek.
Bunga dan daun tegaron (Crateva adansonii DC.). Foto: Flora di habitata Bekantan Lahan Basah Suwi, Kalimantan Timur-Balitek.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020