Keberadaan burung menjadi indikator keanekaragaman hayati disuatu wilayah. Tak hanya itu, burung juga memiliki kepekaan terhadap perubahan yang terjadi pada habitat ataupun lingkungan sekitarnya. Salah satunya, burung takur tengeret yang akan kita bahas dalam artikel ini. Bagaimana ciri-cirinya? Yuk, penjelasannya berikut ini!
Tidak Hanya Tersebar di Indonesia Saja
Burung takur tengeret (nama latin Megalaima australis) adalah spesies dari famili Megalaimidae dan genus Megalaima. Penyebarannya secara global yang meliputi India Timur, Cina Barat Daya, dan Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali). Sementara di Indonesia, burung takur dapat dijumpai di hutan primer, hutan sekunder, areal Perkebunan, rawa-rawa, dan tersebar sampai dengan ketinggian 2.000 mdpl.
Morfologi Takur Tengeret
Spesies ini memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 18 cm. Memiliki mahkota dan dagu berwarna biru. Setrip malar dan garis pada tenggorokan hitam. Untuk ras Jawa Australis, pada pipi dan dada atas berwarna kuning. Lalu, ras Kalimantan dan Sumatera bagian pipi dan sisi kepala merah (tanpa warna kuning). Dengan iris mata cokelat, paruh berwarna hitam, dan kaki abu-abu kehijauan. Sementara setrip malar dan garis pada tenggorokan hitam. Tubuh bagian atas maupun bawah dan sayapnya berwarna hijau
Biasanya akan berkembangbiak pada bulan Juni dengan membentuk sarang berupa lubang kecil pada pohon yang telah mati. Lalu, akan menghasilkan dua butir telur berwarna putih. Di samping itu, spesies ini dikenal memiliki suara gemeretak cepat “ta-trrak” yang dilakukan berulang-ulang seakan tanpa henti. Suara yang dikeluarkan mencapai 100 kali per menit, sambil membalikkan kepalanya.
Kebiasaan Burung Takur Tengeret
Megalaima australis adalah jenis burung herbivora atau pemakan buah-buahan Ficus. Meski begitu, ia juga memangsa serangga yang tedapat di hutan. Mereka dapat hidup sendirian atapun secara berpasangan, lalu bergabung dengan burung lain untuk mencari makanan di atas pohon ara. Kebiasaan lainnya, yaitu sering terdengar di hutan kayu walaupun sulit dilihat. Spesies ini akan bersarang pada lubang kecil di pohon atau sering berada di bawah cabang. Jenis ini teramati di lahan basah Mesangat dalam beberapa pengamatan, namun tidak didapatkan foto.(konsorsium, ml.).



