Danau Luah Putih salah satu objek wisata yang berada di Desa Kelinjau, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur. Danau ini muncul secara alami dengan luas kurang lebih 1,36 Ha. Berdasarkan hasil penelitian Erike, mahasiswa STIPER, Danau Luiah Putih dikategorikan dengan indeks kelayakan 77,38% yang artinya layak untuk dikembangkan menjadi pariwisata.
Lalu, Apa Saja Potensi yang Dimiliki?
Danau Luah Putih menjadi primadona perikanan masyarakat lokal, khususnya warga Kelinjau. Masyarakat lokal memanfaatkannya sebagai sumber perikanan untuk dikonsumsi, dan dijual langsung ataupun diolah terlebih dahulu. Di samping itu, potensi keanekaragaman hayati yang ada sangat berpeluang menjadi objek kajian penelitian.
- Potensi Teratai
Tak disangka, ternyata tumbuhan teratai memiliki potensi sebagai objek wisata di Danau Luah Putih. Teratai yang tumbuh, umumnya memiliki waktu-waktu tertentu untuk mekar. Biasanya bulan Oktober dan Februari, bunga teratai mekar dan sangat menarik mata pengunjung.
Hamparan bunga Teratai warna putih ini sangat cantik, berpotensi dijadikan objek bagi wisatawan untuk berfoto. Tak hanya itu, bisa juga berperluang menjadi sarana pendidikan dan edukasi bagi wisatawan untuk mengenal jenis tumbuhan teratai di sana.
- Potensi Satwa Bekantan dan Lutung
Bekantan (Nasalis larvatus) dan lutung juga menjadi spesies primata yang berpotensi menarik wisatawan untuk berkunjung ke danau. Kedua satwa akan terlihat bergelantungan di atas pohon maupun melompat untuk mencari makan.
Ditambah lagi, keberadaan bekantan dan lutung memiliki peran penting dalam ekosistem. Perilaku yang memakan buah dan membuang bijinya sangat membantu penyebaran biji dari tumbuhan, sehingga dapat mempertahankan keanearagaman hayati di kawasan danau. Dengan demikian, eksistensi kedua satwa menjadi wadah edukasi dan pendidikan bagi pengunjung mengenai peran penting primate ini dalam ekosistem.
- Keanekaragaman Burung Juga Menjadi Potensi Wisata
Selain primata, Danau Luah Putih juga menjadi habitat bagi spesies burung yang hidup di Lahan Basah Suwi. Beberapa di antaranya, pekakak emas, pecuk ular asia, elang, dan masih banyak jenis lainnya.
Dengan keanekaragaman burung ini bisa memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk mengamati berbagai jenis burung yang ada di sana. Tentu saja, menjadi wisata edukasi yang bertujuan mengenalkan keberadaan satwa, habitat, dan perilakunya.
Masyarakat Mendukung Rencana Pembangunan Wisata
Daya tarik khas yang dimiliki dari suatu objek wisata mampu menentukan tingkat kunjungan pada tempat tersebut. Danau Luah Putih menawarkan daya tarik keindahan alam dan keanekragaman hayatinya. Keasriannya masih alami dan kebersihannya pun terjaga.
Dengan melihat adanya potensi besar, masyarakat desa setuju dan mengharapkan agar dilakukan pengembangan serta pengelolaan sebagai ekowisata. Selain itu, juga mendukung dengan ingin terlibat langsung dalam pengelolaan objek wisata tersebut.Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml.)




