Bangau Storm, Burung Air yang terancam punah

October 24, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Bangau storm adalah salah satu jenis burung air yang hidup di Indonesia. Dengan nama latin Ciconia stormi, sedangkan dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai storm’s stork. Burung dari famili Ciconiidae ini termasuk satwa langka Indonesia. Birdlife memperkirakan populasinya sekitar 300 individu.

Habitat dan Daerah Persebaran

            Bangau storm tersebar di beberapa negara Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam. Sementara di Indonesia, burung ini tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Habitatnya alaminya berada di area lahan basah, seperti rawa-rawa, hutan rawa, dan ditemukan juga di aliran sungai dataran rendah.

            Di Lahan Basah Mesangat di temukan beberapa kali, dan tidak setiap tahun teramati. Penyelamatan bangau storm pernah dilakukan akibat memakan ikan ynga terkena rawai nelayan, sehingga pancing ynag tertelan harus dilepaskan.

Sifat dan Kebiasaan

            Meskipun berjenis burung air yang hampir setiap aktivitasnya berada di daerah perairan, tetapi spesies ini juga memerlukan pohon sebagai tempat membuat sarang. Lalu, sarang dibuat dari ranting-ranting di atas pohon yang tinggi untuk menghindari predator.

            Spesies ini kerap kali dijumpai menyendiri, tetapi kadang bisa ditemukan dalam kelompok kecil. Saat berkembang biak, bisa menghasilkan 2 – 3 butir telur yang dierami dan menetas setelah 90 hari. Ikan sebagai pakan utama bagi bangau storm. Namun, burung ini juga dapat memakan cacing tanah, katak, krustasea, invertebrata, dan larva serangga air.

Karakteristik Bangau Storm

            Bangau storm memiliki panjang tumbuh mencapai 75 – 91 cm. Warna bulunya didominasi warna hitam dan putih. Memiliki sepasang kaki yang panjang, leher juga panjang, paruh yang besar serta kuat dan tebal. Namun, tidak memiliki organ suara syrinx.

Bagian punggung, sayap, mahkota, dan dada berwarna hitam. Sementara pada tenggorokan, tengkuk, perut, dan ekor berwarna putih. Paruhnya berwarna merah dan panjang melengkung ke atas. Kulit bagian wajah, tungkai, dan kaki pun berwarna merah jambu dengan lingkar mata berwarna kuning.

Faktor Ancaman

            Berdasarkan, IUCN (International Union for Conservation of Nature) bangau storm masuk ke dalam daftar merah berstatus genting (Endangered/EN) atau terancam punah. Rusaknya hutan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, dan penebangan ilegal sebagai habitat asli ini menyebabkan penurunan populasi burung tersebut.

Bangau storm di lahan basah Suwi, yang dibebaskan karena terjerat pancing. Foto: Linda
Bangau storm di lahan basah Suwi, yang dibebaskan karena terjerat pancing. Foto: Linda

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020