Leiocassis rudicula adalah ikan air tawar berjenis lele dengan genus Leiocassis dari famili Bagridae. Dalam Bahasa latin “rudicula” merujuk pada bentuk kepala ikan yang berbentuk cekungan menyerupai “sendok kayu.”
Seluruh bagian tubuhnya berwarna kuning kecokelatan. Ukuran tubuh bisa mencapai 43,8 – 118 mm, dengan bagian kepala dan badan terkompresi, bagian punggung tampak merata, serta terdapat cekungan di atas mata.
Berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), spesies baru ini ditemukan tahun 2019 dan diketahui hidup di Hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Pada bulan Mei 2023, juga ditemukan di Lahan Basah Suwi yang tertangkap oleh nelayan. Nelayan setempat menyebutnya sebagai ikan kuyur.
Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi penelitian Renny Kurnia Hadiaty, Pusat Penelitian Biologi LIPI dan Ng Heok Hee dari Lee Kong Chian Natural History Museum, Singapura. Hasil temuan tersebut, disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat.
Berbeda dengan jenis lele lainnya, ikan ini tidak ditemukan pada air yang keruh serta berlumpur. Namun, hidup di lingkungan yang airnya jerih, arusnya sedang hingga deras, dan memiliki dasar pasir atau kerikil. Kini, persebarannya diketahui hanya di Sungai Mahakam, tepatnya Sungai Petung Kanan, Kecamatan Tabang, Kutai Timur. Hal inilah yang menjadikan ikan ini berpotensi masuk ke dalam daftar endemik. Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml.)



