Apresiasi P5 Kurikulum Merdeka, Konsorsium Gelar Festival Konservasi

July 31, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Konsorsium Yasiwa – Yayasan Ulin berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk menggelar Festival Konservasi dan selebrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Kegiatan telah berlangsung selama dua hari pada lokasi yang berbeda.

Hari pertama, Selasa (18/07/23) dilakukan Festival Konservasi dan selebrasi di SMP Negeri 1 Long Mesangat, kemudian dilanjutkan Kamis (20/07/23) di SMA Negeri 1 Muara Ancalong. Nantinya, juga akan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Muara Bengkal pada 30 Agustus 2023 mendatang.

            Kerja sama dengan sekolah-sekolah dimulai dari pelaksanaan bimbingan teknis menyusun modul P5 tentang permasalahan gulma air di lahan basah dan pelatihan pemanfaatannya menjadi kompos.

Dalam sambutannya, Koordinator Kurikulum SMA N 1 Muara Ancalong mewakili kepala sekolah menyampaikan, kegiatan tersebut sangat positif sebab tumbuhan yang dianggap kurang berguna ternyata memiliki manfaat. Melalui proyek penguatan inilah, dapat menginspirasi anak didik guna memberikan kontribusi yang positif dan membawa dampak baik bagi lingkungan sekitar.

            Selain melaksanakan P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan, yaitu pemanfaatan gulma air menjadi kompos. SMP N 1 Long Mesangat juga melaksanakan P5 dengan tema demokrasi yang dipraktekkan langsung ke dalam pemilihan Ketua Osis.

            Setelah proyek pembuatan kompos selesai, konsorsium mengadakan selebrasi yang dikemas dalam Festival Konservasi. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada murid-murid yang telah berhasil mengerjakan proyek tersebut.

Uniknya dalam seremonial Festival Konservasi, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi musik kulintang yang dimainkan oleh guru dan siswa-siswi. Tak hanya itu saja, mereka juga menampilkan tari-tarian Timor dan tarian Sulawesi.

Sedikit berbeda dengan SMP, SMA Negeri 1 mempertunjukkan kreativitas dan bakat siswa-siswi dengan menggelar fashion show produk kain dan tas yang dibuat menggunakan metode ecoprint. Festival semakin meriah dengan tarian tradisonal dari berbagai daerah, yaitu Tarian Jepen, Tarian Dayak, Tarian Mappadendang, dan Tarian Saman. Ada pula stand-stand penjual makanan khas berbagai daerah oleh siswa-siswi. Kehadiran mascot ‘Si Buba” buaya badas dan “Si Ara” bekara atau bekantan, juga menjadi pusat perhatian untuk berfoto.

Dilain itu, pameran produk berupa pupuk organik cair (POC) dan kompos padat menjadi perhatian para pihak. Konsorsium mengundang Camat Long Mesangat, Rapichin dan Kepala Desa Sumber Sari, Muhammad Zakaria untuk menginspirasi pemanfaatan potensi yang ada di desa guna mengatasi kesulitan mendapatkan pupuk.

Musik kulintang, biola dan gitar mengiringi lagu Indonesia raya
Musik kulintang, biola dan gitar mengiringi lagu Indonesia raya

 

Camat Long Mesangat bersama istri dan anggota BPD Sumber Sari mengunjungi stan pameran POC dan kompos hasil karya siswa-siswi SMPN1 Long Mesangat.
Camat Long Mesangat bersama istri dan anggota BPD Sumber Sari mengunjungi stan pameran POC dan kompos hasil karya siswa-siswi SMPN 1 Long Mesangat.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020