Kenanga, Bunga Wangi Punya Banyak Manfaat

July 10, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

        Siapa yang tidak kenal dengan bunga kenanga? Bunga beraroma wangi ini ternyata memiliki banyak khasiatnya, lho! Wanginya yang khas diolah menjadi parfum dan bahan kosmetik. Bahkan, juga dimanfaatkan untuk pengobatan.

Habitat dan Persebaran Pohon Kenanga

            Pohon kenanga tumbuh subur pada iklim tropis, salah satunya Indonesia. Namun, tersebar juga di beberapa negara Thailand, Filipina, Malaysia, Australia bagian utara, hingga India. Sementara di Indonesia, kenanga ditetapkan sebagai flora identitas Aceh dan Provinsi Sumatera.

            Penyebutan namanya pun berbeda-beda setiap daerah, selanga (Aceh), wang gulita (Gorontalo), kananga (Sunda), wangsa (Jawa), ananga atau Kananga (Minangkabau), dan masih banyak lagi nama lokal lainnya.

Secara alaminya, kenanga tumbuh di dataran rendah pada ketinggan 1.200 mdpl, dengan jumlah rata-rata curah hujan yang baik sekitar 1.500 – 2.000 mm per tahunnya. Kenanga masih bisa beradaptasi pada suhu 16⁰ hingga 34⁰ C. Bunganya mekar pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim penghujan sepanjang tahun.

Tingginya Bisa Mencapai Puluhan Meter        

Kenanga atau dalam bahasa latin Cananga odorata ini termasuk pohon Annonaceae custard yang memiliki pertumbuhan cepat. Kenanga tumbuh tiga hingga lima meter per tahun dengan ketinggan bisa mencapai 40 meter.

Ukuran batang pohonnya besar dengan diameter 10 – 70 cm saat usia pohon mencapai puluhan tahun. Bentuk batangnya lurus, tetapi struktur kayunya mudah patah apabila usianya masih muda. Namun, akan menjadi keras dan kuat ketika bertambah usia atau semakin tua.

            Kenanga menghasilkan buah yang berbentuk oval dengan daging tebal dan bijinya banyak. Ketika masih muda, buah kenanga berwarna hijau dan akan berubah menjadi hitam seiring bertambah usianya. Umumnya, satu tangkai utama akan ditumbuhi 6 – 10 buah. Jumlah biji dalam satu buah berjumlah 8 hingga 12.        

            Selain itu, daun kenanga berwarna hijau dengan tampilan mengkilap dan halus. Bentuknya runcing di bagian ujungnya dan bertekstur agak bergelombang. Adapula buah kenanga yang terdiri dari 6 kelopak berukuran kecil. Bentuknya menyerupai bintang laut, berwarna kuning kehijauan, dan memiliki wangi harum.

Kenanga Punya Banyak Manfaat   

            Pernahkah kamu mendengar minyak atsiri? Ternyata, minyak yang berasal dari ekstrak bunga kenanga ini sudah banyak dimanfaatkan untuk kecantikan. Aromanya yang kuat juga digunakan sebagai campuran bahan parfum dan aroma terapi karena efeknya menimbulkan rasa senang, tenang, serta menghilangkan stres.

Minyak atsiri diklaim aman, sehingga dapat diterima masyarakat luas. Jadi tidak heran, kalau produk minyak tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi. Bunganya yang kering bisa dimanfaatkan untuk pengobatan, seperti diare, gatal-gatal, malaria, dan bisul.

Hanya saja, kualitasnya juga dipengaruhi beberapa faktor, seperti teknik budidaya, umur panen, proses pengeringan, dan seberapa menyimpannya setelah pengeringan. Menanam pohon kenanga terbilang cukup mudah.

Biasanya dibudidaya dengan cara menabur benihnya pada tanah dengan kedalaman sekitar 5 cm, lalu atur jarak tanam sekitar 6 x 6 m. Tumbuhan ini sangat mudah beradaptasi, sehingga dapat tumbuh dengan sendirinya. Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml).

 

Bunga dan bakan buah kenanga (Cananga odorata), pohon dijumpai di tepian sungai Suwi. Foto: Monica-Yasiwa.
Bunga dan bakan buah kenanga (Cananga odorata), pohon dijumpai di tepian sungai Suwi. Foto: Monica-Yasiwa.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020