Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin berkolaborasi dengan USAID-Segar dalam kegiatan workshop internalisasi perlunya pemetaan tata guna lahan dan pelatihan kerja penyusunan Rancangan Peraturan Desa (Raperdes). Workshop berlangsung selama dua hari pada 5 – 7 Juni 2023, di Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong.
Masih banyak desa yang belum memiliki peta desa maupun informasi tentang potensi sumber daya. Hal inilah yang menjadi alasan konsorsium untuk mendorong desa-desa membuat tata guna lahan. Dengan demikian, harapannya desa sekitar lahan basah Mesangat Suwi dapat mengetahui potensi sumber daya alam dan karakteristik wilayahnya.
Menurut Bappeda Kutai Timur, Goyu Ismoyajati menjelaskan perlunya pemetaan tata guna lahan (TGL) sebagai dasar penyusunan Rencana Pembanguan Jangka Menengah (RPJM) Desa sertapenyusunan pemetaan desa harus mengacu pada tata ruang kabupaten. Ia menambahkan, area lahan basah Mesangat Suwi diusulkan menjadi kawasan strategis kabupaten dengan fungsi daya dukung lingkungan hidup.
Selain itu, juga memberikan kesempatan pelatihan kerja bagi perangkat desa beserta perwakilan tokoh-tokoh dalam menyusun rancangan peraturan desa. Terhitung empat desa mengirim perwakilannya, di antaranya Desa Kelinjau Ulu, Kelinjau Ilir, Kelinjau Tengah, dan Senyiur. Keempat desa ini belum memiliki peraturan yang memenuhi standar. Adapula yang sudah menyusun, tetapi dari segi bahasa belum sesuai.
Fasilitator dari USAID-Segar, Rahmina memberikan penjelasan tahapan-tahapan penyusunan raperdes, diikuti praktek langsung oleh para peserta yang berasal dari perwakilan desa tersebut. Dari pelatihan kerja ini telah dihasilkan empat draft rancangan peraturan desa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap masing-masing desa, di antaranya Kelinjau Ilir (Perlindungan Kawasan Penangkapan Ikan), sementara Kelinjau Ulu (BUMDes), Kelinjau Tengah (Pengelolaan Wisata Luah Putih), dan Senyiur (Pengelolaan Sampah).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dikemas dengan menyenangkan, di mana pelatihan diselingi dengan ice breaking yang membuat proses belajar jadi lebih rileks. Tak heran, jika mendapatkan respon positif dari para peserta, karena para peserta yang kebanyakan memiliki hobi musik dan menyanyi, tersalurkan hobinya untuk menyanyi dan berjoged.
Salah satunya, Sabran Nete, Sekretaris Kecamatan Muara Ancalong menyampaikan rasa terima kasih dan merasa sangat terbantu hadirnya konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin yang telah mengadakan program secara berkelanjutan. Sementara Sekretaris Desa Kelinjau Ulu, Suriansyah menambahkan, baru pertama kali mengikuti pelatihan yang menyenangkan dan tidak membosankan.(ml)



