Workshop Penyusunan Raperdes Desa-desa Muara Ancalong

June 30, 2023

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin berkolaborasi dengan USAID-Segar dalam kegiatan workshop internalisasi perlunya pemetaan tata guna lahan dan pelatihan kerja penyusunan Rancangan Peraturan Desa (Raperdes). Workshop berlangsung selama dua hari pada 5 – 7 Juni 2023, di Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong.

Masih banyak desa yang belum memiliki peta desa maupun informasi tentang potensi sumber daya. Hal inilah yang menjadi alasan konsorsium untuk mendorong desa-desa membuat tata guna lahan. Dengan demikian, harapannya desa sekitar lahan basah Mesangat Suwi dapat mengetahui potensi sumber daya alam dan karakteristik wilayahnya.

Menurut Bappeda Kutai Timur, Goyu Ismoyajati menjelaskan perlunya pemetaan tata guna lahan (TGL) sebagai dasar penyusunan Rencana Pembanguan Jangka Menengah (RPJM) Desa sertapenyusunan pemetaan desa harus mengacu pada tata ruang kabupaten. Ia menambahkan, area lahan basah Mesangat Suwi diusulkan menjadi kawasan strategis kabupaten dengan fungsi daya dukung lingkungan hidup.

Selain itu, juga memberikan kesempatan pelatihan kerja bagi perangkat desa beserta perwakilan tokoh-tokoh dalam menyusun rancangan peraturan desa. Terhitung empat desa mengirim perwakilannya, di antaranya Desa Kelinjau Ulu, Kelinjau Ilir, Kelinjau Tengah, dan Senyiur. Keempat desa ini belum memiliki peraturan yang memenuhi standar. Adapula yang sudah menyusun, tetapi dari segi bahasa belum sesuai.

            Fasilitator dari USAID-Segar, Rahmina memberikan penjelasan tahapan-tahapan penyusunan raperdes, diikuti praktek langsung oleh para peserta yang berasal dari perwakilan desa tersebut. Dari pelatihan kerja ini telah dihasilkan empat draft rancangan peraturan desa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap masing-masing desa, di antaranya Kelinjau Ilir (Perlindungan Kawasan Penangkapan Ikan), sementara Kelinjau Ulu (BUMDes), Kelinjau Tengah (Pengelolaan Wisata Luah Putih), dan Senyiur (Pengelolaan Sampah).

            Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dikemas dengan menyenangkan, di mana pelatihan diselingi dengan ice breaking yang membuat proses belajar jadi lebih rileks. Tak heran, jika  mendapatkan respon positif dari para peserta, karena para peserta yang kebanyakan memiliki hobi musik dan menyanyi, tersalurkan hobinya untuk menyanyi dan berjoged.

Salah satunya, Sabran Nete, Sekretaris Kecamatan Muara Ancalong menyampaikan rasa terima kasih dan merasa sangat terbantu hadirnya konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin yang telah mengadakan program secara berkelanjutan. Sementara Sekretaris Desa Kelinjau Ulu, Suriansyah menambahkan, baru pertama kali mengikuti pelatihan yang menyenangkan dan tidak membosankan.(ml)

Penyampaian materi Penyusunan Raperdes oleh Rahmina,Narasumber dari USAID-SEGAR
Penyampaian materi Penyusunan Raperdes oleh Rahmina,Narasumber dari USAID-SEGAR

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020