Bunga Teratai, si Cantik yang Tumbuh di Rawa Berlumpur

October 17, 2022

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Teratai atau water lily (Nymphaea spp) merupakan salah satu tumbuhan air yang sangat populer. Tanaman ini tumbuh liar di rawa- rawa maupun sungai. Kini, sudah banyak dijadikan sebagai tanaman hias untuk menambah nilai estetika di pekarangan rumah dan dijual secara komersial. Sering disebut juga bunga tanjung.

            Teratai tumbuh di wilayah Asia Tenggara, India, Asia Timur, dan Australia. Tanaman tersebut, dapat tumbuh dalam kondisi cerah. Selain itu, mampu tumbuh di air yang kolamnya dangkal, kotor, dan berlumpur.

            Di balik keindahannya, ternyata teratai dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang mampu mengatasi berbagai penyakit. Namun, sebelum membahas apa saja manfaat teratai untuk kesehatan. Ada baiknya, mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu.

Ciri-ciri Bunga Teratai

            Untuk bertahan hidup dalam habitat, Teratai dilengkapi dengan ciri fisik, yaitu akar pendek dan  berserat. Akar Teratai untuk merekatkan tumbuhan ke dasar, sehingga tidak mudah terbawa arus atau tercabut oleh tangan manusia.              

            Akar teratai berupa rimpang yang tumbuh secara horizontal pada dasar lumpur. Secara alaminya, akar rimpang bisa tumbuh hanya beberapa centimeter hingga dua meter. Akarnya pun juga tidak panjang dan memiliki serat yang memungkinkan akar terus mengapung di air dan menyerap cahaya dengan mudah.

            Lalu, teratai memiliki batang yang kokoh dan berongga yang disebut rimpang atau rhizome. Batang ini menghubungkan akar yang tertanam pada dasar permukaan dengan daun dan bunga di permukaan air. Adanya rongga tersebut berfungsi untuk membawa oksigen ke batang dan akar.

Sementara daun teratai berbentuk bundar yang mendekati oval. Sebagain besar daun berwarna hijau, tetapi ada juga yang kemerah-merahan hingga totol-totol hitam. Permukaan daun juga superhydrophobic atau sangat anti air.

Fungsi daun yang lebar, yakni untuk mengapung di atas permukaan air dan banyak mengandung stomata, sehingga memudahkannya untuk penguapan. Sementara kelopak bunganya bersusun hingga menyerupai mahkota.

 Bentuk bunganya pun sangat popular dijadikan sebagai simbol keindahan dan keromantisan, bahkan dibudidayakan di Asia, khususnya Indonesia. Menariknya lagi, bunga teratai banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit.

 

Manfaat Bunga Teratai Untuk Kesehatan

            Ada beberapa manfaat dari bunga teratai yang bisa dijadikan pengobatan tradisional. Berikut ini penjelasannya yang telah dirangkum.

  1. Mengobati Diare

Biji teratai yang terdapat pada bagian tengah bunganya bermanfaat sebagai obat tradisonal. Bijinya mengandung aktivitas antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba penyebab diare. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup merendam biji bunga teratai ke dalam air hangat selama beberapa jam, dan minum airnya selagi hangat.

  1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Selain biji, akar teratai juga mengandung banyak manfaat. Akarnya kaya akan serat dan karbohidrat yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah, lalu kalium yang menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi, dan mengandung sifat antiradang.

            Beberapa kandungan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko jantung koroner, hingga gagal jantung. Untuk mengonsumsinya, cukup merebus akar bunga teratai selama 10 menit dan minum saat hangat.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias saja, melainkan juga untuk kesehatan. Bunga teratai mengandung vitamin c yang tinggi, sehingga mendorong produksi sel darah putih atau dikenal sebagai limfosit yang melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, vitamin c juga membantu sel darah putih bekerja lebih efektif, mencegah radikal bebas, antioksidan, dan menjaga sistem pertahanan kulit. Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin (ml).

Tumbuhan teratai yang dijumpai di Loa Putih sangat mirip dengan Nymphaea lotus, yang musim berbunganya pada bulan Oktober dan Januari.
Tumbuhan teratai yang dijumpai di Loa Putih sangat mirip dengan Nymphaea lotus, yang musim berbunganya pada bulan Oktober dan Januari.

 

Teratai putih yang sedang musim berbunga pada bulan Oktober 2022, sangat banyak dijumpai di Loa Putih, menyajikan pemandangan yang sangat indah.(Foto: Nur Linda, Konsorsium)
Teratai putih yang sedang musim berbunga pada bulan Oktober 2022, sangat banyak dijumpai di Loa Putih, menyajikan pemandangan yang sangat indah.(Foto: Nur Linda, Konsorsium)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Pelatihan Pengelolaan Website Desa: Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital
Rencana Strategis Yasiwa
Rencana Strategis Yasiwa
Merajut Komunikasi Untuk Pengelolaan KEP LBMS

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020