Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat P5, yakni pembelajaran lintas disiplin ilmu yang kontekstual dan berbasis kepada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan.
Adanya P5, mampu memperkuat penguatan pendidikan karakter yang dapat mencetak generasi muda dengan memenuhi Profil Pelajar Pancasila. Menjadikan Pelajar Indonesia sebagai pembelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nila-nilai Pancasila.
Pembelajaran yang dimaksud tentu saja tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga untuk seluruh guru atau pendidik. Dengan meletakkan Profil Pelajar Pancasila sebagai tujuan pendidikan, pembuat kebijakan, pendidik, dan pelajar dapat memahami kualitas atau karakter dan kompetensi apa yang perlu dibangun.
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin untuk melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan telah berlangsung pada tanggal 13 – 14 Juli 2022, bertempat di SMA Negeri 1 Muara Ancalong, Desa Kelinjau Ulu.
Bimtek ini dihadiri perwakilan guru SD, SMP, dan SMA dari 10 sekolah di Kecamatan Muara Ancalong, 8 sekolah dari kecamatan Muara Bengkal, dan 7 sekolah dari kecamatan Long Mesangat.
Sebagai narasumber, Mujiono, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan bahwa “Para peserta Bimtek bapak ibu beruntung, ada konsorsium yang mau mengadakan Bimtek ini dan memberikan informasi tentang lahan basah di lingkungan sekitar. Di Kabupaten Kutai Timur baru satu-satunya kegiatan semacam ini” jelasnya.
Dalam Bimtek tersebut, diberikan bimbingan kepada guru guna mengembangkan modul P5 sebagai penerapan kurikulum merdeka kepada peserta didik. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia yang unggul dan produktif di abad ke 21, sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Terdapat 6 dimensi karakter yang perlu dibangun bagi Pelajar Pancasila. Pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia. Para pelajar harus memiliki ahlak yang mulia, sehingga mampu berperilaku baik kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Untuk menumbuhkannya bisa dimulai dengan memberikan arahan, pemahaman, dan kebiasaan baik di rumah, sekolah, hingga lingkungannya.
Kedua, berkebinekaan global mengharapkan siswa bisa mengenal dan menghargai budaya aslinya sendiri tanpa harus menolak budaya lain. Pelajar juga diharapkan memiliki kemampuan komunikasi inter kultural, artinya dapat berinteraksi dan berpikiran terbuka dengan budaya lain.
Ketiga, bergotong royong adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama. Beberapa elemen di dalamnya, yaitu kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Hal ini menjadi ciri khas budaya Indonesia yang harus dipertahankan.
Keempat, mandiri dapat membangun kesadaran, keberanian, dan memotivasi siswa untuk meningkatkan kemampuannya terhadap situasi yang dihadapi.
Kelima, bernalar kritis membantu siswa meningkatkan daya saing, sehingga mampu berkompetisi secara global. Selain itu, pelajar dapat menganalisis, mengevaluasi penalaran, merefleksikan pemikiran, mengambil keputusan dengan tepat dan cepat.
Keenam, kreatif dapat membantu seseorang menghasilkan sesuatu yang baru dan unik. Elemen penting di dalamnya, yaitu menghasilkan gagasan yang orisinal dan menghasilkan karya dengan tindakan yang orisinal pula.




