Penggunaan Lahan Desa Sika Makmur

March 31, 2022

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Desa Sika Makmur adalah satu diantara desa-desa sekitar Kawasan Ekosistem Esensial Lahan Basah Mesangat Suwi. Awalnya dikenal sebagai Satuan Pemukiman 1 (SP 1), merupakan desa transmigrasi di Kecamatan Muara Ancalong yang sebagian besar penduduknya berasal dari Jawa Tengah, bercampur dengan transmigran lokal dari suku Dayak Kenyah dan Kutai. Pada umumnya, komoditi yang dikembangkan berupa pertanian dan perkebunan. Desa hanya memiliki beberapa anak sungai kecil yang bisa kering pada saat musim kemarau.

Berkembangnya sektor perkebunan kelapa sawit, menyebabkan tutupan hutan di wilayah Sika Makmur semakin berkurang dan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat. Selain akibat debit air yang semakin berkurang, juga kualitas air yang memburuk.

Hasil pemetaan tata guna lahan secara partisipatif atas kondisi pemanfaatan saat ini  dan perencanaan yang disepakati secara bersama, penggunaan lahan di Desa Sika Makmur terdiri dari lahan peternakan, pasar desa, kawasan lindung desa, lahan pemukiman, lahan perkebunan masyarakat, lahan pertanian, lahan perkebunan perusahaan, dan lahan cadangan.

Adapun arahan dari narasumber yang telah banyak memfasilitasi desa dalam menggali potensi desa untuk pengembangan lahan-lahan tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut:

Lahan peternakan merupakan lahan milik desa yang dapat digunakan oleh masyarakat atau kelompok masyarakat untuk pengembangan peternakan dengan ketentuan tata cara budidaya yang berkelanjutan dan disepakati bersama agar tidak mengganggu kawasan sekitarnya.

Lahan pasar desa merupakan lahan milik desa yang dicadangkan untuk pengembangan fasilitas umum berupa pasar, taman atau laha terbuka hijau dan fasilitas umum. Ketentuan meliputi pengelolaan dampak untuk menghindari penurunan kualitas lingkungan.

Kawasan lindung desa merupakan kawasan perlindungan sumber air desa yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kasawan sumber air bersih perlu dikelola oleh desa atau lembaga yang ditunjuk oleh desa. Kawasan ini juga berfungsi untuk meningkatkan daya dukung lingkungan hidup dengan meningkatkan keseimbangan ekosistem dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Lahan perkebunan masyarakat sebagian besar telah ditanami kelapa sawit, karet, dan tanaman keras. Lahan perkebunan tersebut bisa dikembangkan untuk kegiatan budidaya dengan pola agroforestry. Tujuannya sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Lahan pertanian diarahkan untuk mengembangkan kegiatan budidaya dengan efisiensi wilayah, yang mempunyai adaptasi terhadap perubahan iklim, dan mengelola dampak negatif agar tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Lahan cadangan desa yang merupakan lahan (ex) PT Kiani Lestari, dicadangkan untuk kawasan perlindungan guna meningkatkan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, meningkatkan keseimbangan ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, serta warisan budaya. Pemanfaatan yang dilakukan, yakni hasil hutan bukan kayu dan hasil perkebunan dengan pola agroforestry.

Dengan memiliki peta tata guna lahan, desa akan memiliki dasar yang akurat untuk mengatur dan mengendalikan pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam secara bijaksana untuk menjamin kepentingan generasi masa kini dan masa depan. Penyusunan tata guna lahan secara partisipatif bersama masyarakat semestinya juga akan lebih memberikan kepastian ketertiban bersama untuk mencapai tujuan bersama, dan mengurangi resiko konflik. Peta tata guna lahan juga akan menjadi media resmi bagi desa untuk berkomunikasi dengan pihak luar yang akan berinvestasi, sehingga pembangunan di desa lebih terarah dan terkendali.

Bertepatan dengan selesainya kegiatan fasilitasi pemetaan tata guna lahan, Konsultan PT. KAM melakukan konsultasi publik atas hasil pengkajian nilai konservasi tinggi (Hight Conservation Value) dan stok karbon tinggi di lokasi perijinan perusahaan yang ada dalam wilayah desa Sika Mkmur.  Sayangnya, kawasan lindung desa atau area konservarsi air (sebutan oleh masyarakat) tidak disebutkan keberadaannya.

Menurut informasi yang disampaikan oleh masyarakat, keberadaan kawasan lindung air bersih tersebut telah disampaikan kepada pihak manager PT KAM dan disepakati untuk tidak dibuka, baru secara lisan. Tentu saja, hal tersebut sangat rentan terlupakan apabila management perusahaan telah berganti orang. Dengan hasil peta tata guna lahan yang didapatkan, konsorsium menyampaikan kepada pihak konsulatan agar memasukan rekomendasi guna memastikan Kawasan lindung atau area konservasi air tidak dibuka oleh perusahaan. (ml)

Pengecekan dan pengambilan titik GPS batas kebun masyarakat
Pengecekan dan pengambilan titik GPS batas kebun masyarakat
Pengecekan lahan oleh anggota Tim pemetaan desa bersama narasumber
Pengecekan lahan oleh anggota Tim pemetaan desa bersama narasumber

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Bungur, Pohon Berbunga Indah Kaya Akan Manfaat Untuk Kesehatan
Biuku, Kura-Kura Air Tawar yang Terancam Punah!
Kearifan Lokal dan Pelestarian Satwa di Lahan Basah Mesangat-Suwi

MENGAPA KONSERVASI?

Banyak yang tidak menyadari begitu besar nilai dan manfaat keragaman hayati sebagai dasar dari kehidupan di bumi dan jasa ekologi yang disediakan secara cuma-cuma oleh habitat-habitat alami dalam bentang alam.
Sebagian besar keragaman hayati hidup di luar kawasan dilindungi, yang umumnya merupakan hutan dataran rendah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, lahan basah yang penting untuk tata air, ataupun lahan gambut yang memiliki kandungan karbon yang tinggi.
Ragam pemanfaatan bentang alam merupakan hasil perkembangan dari waktu ke waktu untuk pertanian, perkebunan, perikanan, agroforestry, pertambangan, pemukiman, yang perlu diimbangi dengan alokasi hutan lindung dan konservasi yang proporsional untuk menjaga ketahanan lingkungan
Oleh karena itu, para pihak yang memanfaatkan bentang alam bertanggung jawab untuk mempertahankan keragaman hayati dengan menyisihkan habitat-habitat alami sebagai aset yang penting untuk kehidupan masa depan. Kegiatan inti Yasiwa difokuskan pada pencapaian pengelolaan konservasi praktis dan efektif untuk keragaman hayati dan habitatnya pada beragam pemanfaatan bentang alam tersebut di atas.
Previous
Next

YASIWA, 2020