Melalui Training of Trainer, Tingkatkan Pengetahuan Perencanaan Tata Ruang Desa

Melalui Training of Trainer, Tingkatkan Pengetahuan Perencanaan Tata Ruang Desa

Dalam rangka menumbuhkan pemahaman mengenai kondisi lahan basah dan kawasan desa, konsorsium Yasiwa – Yasayan Ulin menggelar training of trainer (pelatihan untuk pelatih) yang diikuti oleh staf konsorsium, staf pemerintah desa, dan staf kecamatan, di kantor Konsorsium, Desa Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong.

Menurut Sabran, “kegiatan ini sangat banyak manfaatnya, di antaranya dapat belajar membuat peta kependudukan desa dan diharapkan setelah kegiatan pelatihan selesai ilmu yang diperoleh bisa segera diaplikasikan,” ujar Camat Muara Ancalong dalam sambutannya

Pelatihan yang telah berlangsung dari tanggal 28 September – 1 Oktober 2021, bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai fasilitasi perecanaan desa berbasis pendampingan agar desa mampu melakukan perencanaan secara mandiri. Dari pemahaman tersebut, diharapkan desa dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk kesejahteraan masyarakat.

Adanya, pengaturan tata ruang berperan penting bagi proses perencanaan desa. Hal ini juga telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa tata ruang perlu diatur sebagai bagian perencanaan desa.

Mengapa demikian? Karena, pengaturan tata ruang desa sebagai bahan penyusunan Rencana Pembangaunan Jangka Menengah Desa atau disebut juga RPJMDes. Tanpa adanya rencana pengembangan tata tuang, tentu desa tidak dapat menjalankan RPJMDes dengan baik maupun menjamin keberlanjutan manfaat dari hasil pembangunan.

Tata ruang juga berperan dalam menjaga kelestarian dan lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat desa. Mengingat, desa mulai dihadapkan dengan berbagai kerusakan ekosistem pertanian maupun hutan yang semakin tinggi.

Desa yang belum mempunyai tata ruang lebih rawan terjadinya konflik mengenai kepentingan antar desa ataupun warga masyarakat dengan sektor swasta yang memiliki kewenangan atas sumber daya alam. Hal ini jelas merugikan pihak desa, masyarakat harus menanggung hasil kerusakan lingkungan, hilangnya sumber pangan, dan berujung pada menyusutnya sumber pendapatan desa.

Rencana Tata Ruang (RTR) termasuk kegiatan krusial yang diharapkan dapat memberikan masukan materi dalam penyusunan rencana pembangunan kabupaten, sehingga arah pembangunan semakin jelas, sejalan, dan sesuai strategi keruangan daerah. Sesuai Peraturan Desa, Rencana Tata Ruang Desa dilakukan berdasarkan beberapa tahapan penting dalam penyusunannya.

Sebagai tahapan awal, akan melakukan musyawarah guna mendapatkan gambaran mengenai kondisi eksisting desa yang informasinya diperoleh oleh peserta musyawarah. Dari gambaran tersebut, menjadi tumpuan para tim penyusun yang melakukan pemeriksaan lapangan hingga penggarapan dokumen tata ruang. Pada tahapan akhir, penyusunan tata ruang desa dilaksanakan melalui musyawarah desa guna menetapkan rencana tata ruang, sekaligus menyusun peraturan desa.

Selain pemahaman secara teori, Yayasan Media Belajar Berdaya Lingkungan (Yayasan Meja Belakang) juga memberikan praktek kepada para peserta untuk mengoperasikan sistem maupun aplikasi online. Beberapa di antaranya, yaitu mengenai GIS (Geographic Information System) atau SIG (Sistem Informasi Geografis) menggunakan sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan mengolah dan menyimpan data informasi geografis.

Selaku trainer, Doni Tiaka juga menuntun para peserta dalam praktek penggunakan aplikasi Aveza di smarthphone. Melalui sistem pengolahan data dan aplikasi tersebut, diharapkan dapat membantu para staf dalam pemetaan.

 

Pelatihan untuk Pelatih Fasilitator Pemetaan Desa
Pelatihan untuk Pelatih Fasilitator Pemetaan Desa

 

Peserta diminta menunjukkan Desa nya masing - masing di Peta
Peserta diminta menunjukkan Desa nya masing – masing di Peta

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *